Di Shirath bersama Shalawat

Sekiranya bagaimanakah nasib kita tatkala melalui titian shirath?. Berikut sebuah hadits dari Abdurrahman bin Samrah yang dituturkan oleh Sa’id bin Al-Musayyab, mengenai soal mimpinya Nabi ﷺ, sebagai berikut,

“Kullihat seorang dari umatku berjalan di atas shirath, kadang meranghak-rangkak dan kadang bergelantung, kemudian datanglah shalawat (yang diucapkannya dahulu ketika hidup di dunia) Ialu membangunkannya hingga dapat berdiri dan berjalan dengan kakinya, IaIu ia diselamatkan oleh shalawatnya.”.

[Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Madiny didalam At-Targhib Wat-Tarhib, sebagai hadits hasan jiddan (amat baik)].

Demikianlah, Shalawat merupakan sarana bagi hamba Allah SWT untuk dapat berjalan mantap di atas shirath dengan selamat.

Sahabatku, selain daripada diri sendiri dan orang-orang dekatmu, khawatirlah pula akan keselamatan seluruh ummat Nabi Muhammad ﷺ di akhirat kelak, maka perbanyaklah shalawat kalian dan sampaikanlah perihal ini.

Wassalam