Allah S.w.t membedakan antara iman (percaya) dan islam (ketundukan), begitu pula hadits Nabi S.a.w. Misalnya, Allah berfirman, "Orang Arab itu mengatakan, 'Karni beriman!, Katakanlah, 'Kalian tidaklah beriman, tetapi katakanlah, kami tunduk (aslamna)'.". (QS al-Hujurat [49]: 14). Ayat ini turun berkenaan dengan kaurn munafik.
Memang mereka melaksanakan shalat, puasa, dan berzakat, tetapi hati mereka mengingkari semua itu.. Tatkala mereka mengaku berirnan, Allah menyatakan bahwa pengakuan mereka itu bohong, karena hati mereka mengingkarinya. Kendati demikian, Allah membenarkan keislaman mereka, karena mereka melaksanakan semua kewajiban yang dibebankan atas mereka.
Pada ayat yang lain Allah berfirman, "Apabila. orang munafik itu datang kepadamu dan mengatakan, 'Kami bersaksi bahwa engkau sesungguhnya utusan Allah,' Allah lebih tahu daripada mereka bahwa engkau memang utusan-Nya, dan Allah bersaksi bahwa orang munafik itu pendusta.". (QS al-Munafiqun [63]: 1).
Mereka dusta ketika menyatakan kesaksian atas risalah itu, padahal hati mereka mengingkarinya. Ucapan yang keluar dari mulut mereka tidak selaras dengan pernyataan hati mereka, padahal syarat persaksian adalah kesesuaian hati dengan lisan. Karena mereka berdusta, Allah menyingkapkan dusta mereka itu.
Demikian sahabat, hasil belajar kita dari para Syaikh dan para Imam. Al faqir bagikan ke sini sehubungan adanya pertanyaan dari seorang sahabat perihal "Perbedaan antara Iman dan Islam". Wallahu a'lam.
~ Selamat Memperingati Maulid Rasulillah S.a.w ~
Wassalam
